IQNA

19:10 - September 02, 2019
Berita ID: 3473409
XINJIANG (IQNA) - Bank Dunia sedang menyelidiki tentang bagaimana pemerintah China menggunakan pinjaman yang telah diterimanya untuk melaksanakan beberapa proyek pelatihan di provinsi Muslim Xinjiang.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Newyork Times, Pada tahun 2015, Bank Dunia meminjamkan $ 50 juta kepada pemerintah China untuk mengimplementasikan proyek pelatihan di Xinjiang.

Bank Dunia sekarang sedang menyelidiki apakah China telah menggunakan pinjaman itu untuk membangun pusat-pusat penahanan Muslim ataukah tidak.

Penyelidikan ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang klaim penahanan satu juta Muslim Uighur di provinsi Xinjiang.

"Kami menangani masalah ini dengan serius dan sedang menyelidiki masalah yang muncul tentang proyek ini," kata David Theis, juru bicara dari Bank Dunia.

Pinjaman ini merupakan bagian dari pinjaman Bank Dunia senilai $ 1,8 miliar untuk China pada tahun 2015. Pinjaman itu akan digunakan untuk membangun lima sekolah lokal untuk melatih dan menciptakan peluang kerja bagi kaum muda provinsi ini.

Keraguan tentang bagaimana penggunaan pinjaman itu muncul setelah publikasi surat pada pekan lalu oleh dua senator AS yang mengatakan bahwa anggaran ini tidak dihabiskan untuk proyek-proyek ini.

Shawn Zhang, seorang mahasiswa hukum di universitas British Columbia di Xinjiang, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa pinjaman Bank Dunia mungkin telah digunakan secara tidak langsung untuk menciptakan krisis HAM Xinjiang.

Dalam laporan itu disebutkan, misalnya di salah satu sekolah kewirausahaan yang termasuk salah satu proyek Bank Dunia, membeli 100 tongkat polisi dan 30 peluncur gas air mata.

Menurut organisasi hak asasi manusia internasional, lebih dari satu juta minoritas Muslim China ditahan di tempat penahanan di China dalam kondisi yang buruk, sementara China membantah tuduhan itu.

 

http://iqna.ir/fa/news/3838712

Nama:
Email:
* Komentar Anda: