IQNA

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria:
8:17 - August 09, 2019
Berita ID: 3473344
NIGERIA (IQNA) - Syaikh Yakubu Yahaya Katsina, anggota senior Gerakan Islam Syiah Nigeria, dengan mengisyaratkan kebungkaman masyarakat internasional dan penguasa negara-negara Islam atas tindakan terhadap Syaikh Ibrahim Zakzaky, mengatakan: “Bukan hal yang mengherankan dan alasan keheningan ini adalah kemunafikan internasional dan dualitas komunitas internasional.”

Syaikh Ibrahim Yaqub Zakzaky (lahir 1332), seorang ulama Syiah Nigeria, yang terpengaruh oleh Revolusi Islam Iran dan Imam Khomeini ra, dan dengan pendirian Gerakan Islam Syiah Nigeria, ia mendirikan 300 sekolah Islam di negara Afrika ini dan negara-negara tetangganya. Dia juga mendirikan badan amal untuk menyediakan layanan keuangan dan pendidikan bagi kaum Syiah.

Menurut Zakzaky, pada akhir tahun 1970 ia mulai mendakwahkan agama di Nigeria, bersamaan dengan kemenangan Revolusi Islam di Iran, dan atas usahanya, puluhan pengikut Ahlulbait (as) dalam dekade saat ini sudah mencapai jutaan orang.

Tiga anak Allamah Zakzaky syahid dalam serangan pasukan militer Nigeria dalam sebuah demo pada Hari Quds. Allamah Zakzaky ditangkap dan dipenjara bersama istrinya saat penggerebekan pasukan militer Nigeria ke husainiah Baqiyatullah di Zaria. Menurut beberapa sumber, lebih dari 1.000 orang syahid dalam serangan itu, termasuk beberapa anggota senior gerakan Syiah Nigeria.

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

Mahkamah Agung Nigeria menentang pembebasan Syaikh Zakzaky pada bulan September, tetapi mengeluarkan perintah pembebasan dirinya dan istrinya pada bulan Desember. Kendati demikian, dia tidak dibebaskan, dan bulan Januari, dia hadir di tengah-tengah wartawan menyusul desas-desus tentang kematiannya di penjara. Dalam sebuah panggilan telepon dengan putranya, Syaikh Zakzaky pada bulan Mei menyebut pembunuhan Syiah di Zaria, Nigeria, bersumber dari bantuan keuangan pemerintah Saudi kepada tentara Nigeria.

Pada bulan Juli tahun ini, para pendukung Syaikh Ibrahim Zakzaky, dalam sbuah demo menuntut pembebasan Syaikh Zakzaky.

Demonstrasi itu dinodai dengan kekerasan polisi Nigeria, yang menewaskan 11 orang. Setelah demo damai ini, Mahkamah Agung Federal Nigeria, atas permintaan pemerintah, menyatakan gerakan Syiah Islam di Nigeria dianggap sebagai teroris. Menurut putusan tersebut semua kegiatan gerakan ini dilarang di Nigeria dan warga negara Nigeria dan berbagai kelompok dilarang bekerja sama dengan gerakan tersebut.

Namun setelah publikasi berita tentang kondisi Syeikh Zakzaky yang semakin memburuk, pengadilan di Kaduna, utara Nigeria, yang dijadwalkan diadakan pada 30 Juli, untuk memeriksa permintaannya agar dibebaskan dengan jaminan dan melakukan perjalanan ke luar Nigeria guna perawatan, sidang ditunda hingga Senin, 5 Agustus, dan akhirnya pengadilan kemarin mengizinkan Syaikh Zakzaky dan istrinya pergi ke India untuk perawatan medis dan setuju untuk membebaskan pemimpin Syiah Nigeria dan istrinya, dengan syarat.

Dalam hal ini, Kantor Berita IQNA mewawancarai Syaikh Yakubu Yahaya Katsina, seorang anggota senior Gerakan Islam Syiah Nigeria dan salah satu murid Syaikh Zakzaky, tentang perkembangan terbaru dalam gerakan tersebut setelah pengklaiman teroris Pengadilan Federal Abuja dan respon masyarakat terhadap kinerja tersebut, yang teksnya adalah sebagai berikut:

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

Terkait alasan dikeluarkannya keputusan teroris bagi Gerakan Islam Nigeria oleh Pengadilan Federal Abuja, Syaikh Yakubu Yahaya Katsina mengatakan ini sangat jelas, karena pemerintah Nigeria menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya melawan Syaikh Zakzaky. Empat tahun lalu, pemerintah Nigeria menyerang Allamah Zakzaky dan para sahabat-sahabatnya dalam Gerakan Islam Syiah dan membunuh sekitar seribu orang, tetapi tujuan pemerintah tidak tercapai, jadi dia memenjarakan Syaikh Zakzaky.

Dia menambahkan: Terlepas dari semua tekanan dan himpinan, Gerakan Islam Syiah Nigeria tidak menghentikan kegiatan dan program-programnya serta melanjutkan kegiatannya di semua bidang. Demikian juga, pemerintah Nigeria putus asa membunuh Syaikh Zakzaky, dan semua tindakan pemerintah untuk menghancurkan gerakan itu gagal. Semua masalah ini telah mendorong pemerintah Nigeria untuk meminta pengadilan agar menyatakan gerakan itu ilegal dan teroris.

Syaikh Yakubu Yahaya Katsina lebih lanjut menekankan: Tindakan ini sangat dikutuk oleh komunitas Nigeria karena telah terlibat dalam kegiatan budaya dan demo damai di berbagai tingkat masyarakat dan selama 40 tahun terakhir telah aktif bahkan belum pernah menyerang satu individu (baik rakyat biasa atau Pejabat pemerintah), jadi orang Nigeria sangat terkejut dan murka atas tindakan tersebut.

Terimakasih atas Dukungan Komunitas Kristen

Murid Syaikh Zakzaky berkomentar tentang sikap Asosiasi Kristen Nigeria yang menyatakan bahwa penyebutan teroris Gerakan Islam Syiah bertentangan dengan kebebasan sipil, menjelaskan, komunitas Kristen di negara ini dikenal dengan sikapnya yang baik hati dan kami di Nigeria menganggap orang Kristen sebagai saudara.

Mengacu pada pemahaman yang ada saat ini antara Syiah dan Kristen dalam masyarakat Nigeria, ia berkata, "Umat Kristen mendukung Gerakan Islam Syiah karena kegiatan dan programnya yang damai, dan para anggotanya selalu mendukung aspirasi material dan spiritual umat Kristen."

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

Syaikh Yakubu Yahaya melanjutkan: Persahabatan antara Gerakan Islam Syiah dan umat Kristen di Nigeria terjalin baik sementara beberapa gerakan di negara ini menganggap umat Kristen sebagai musuh mereka dan memiliki pandangan negatif terhadap mereka, tapi bagaimanapun, kami menghargai sikap umat Kristen terkait penyebutan teroris Gerakan Islam Syiah Nigeria oleh Pengadilan Federal.

Polisi Nigeria, Tentara Bayaran Pemerintah

Syaikh Yakubu Yahaya terkait Instruksi Polisi Nigeria bahwa siapa pun yang bekerja sama dengan Gerakan Islam Nigeria adalah teroris dan musuh pemerintah dan harus diadili, mengatakan: Pasukan kepolisian Nigeria tidak independen dan telah ditugaskan oleh pemerintah, jadi mereka bertindak seperti apa yang telah diperintahkan, jadi ketika pemerintah memberi mereka perintah seperti itu, sikap ini tidak mengejutkan. Seperti yang Anda tahu, polisi Nigeria tidak terlalu maju dibandingkan dengan polisi di negara-negara lain di dunia dan hanya mengikuti perintah pemerintah.

Mengacu pada kebungkaman komunitas internasional dan para penguasa negara-negara Islam terkait kejahatan terhadap Allamah Zakzaky dan beberapa anggota senior gerakan Syiah Nigeria, cendekiawan Nigeria ini mengatakan: "Ini tidak mengejutkan dan alasan kebungkaman ini adalah kemunafikan dan dualitas tolok ukur komunitas internasional."

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

Dia menambahkan: “Seperti yang Anda tahu, Arab Saudi mewakili AS dan Israel, mendukung pemerintah Nigeria dan pada kenyataannya apa yang telah terjadi terhadap Syaikh Zakzaky dan Gerakan Islam Syiah adalah atas perintah mereka, karena mereka beranggapan pergerakan gerakan ini sejalan dengan aktivitas Iran di benua Afrika, sampai pada batas dipublikasikan berita-berita yang mengindikasikan bahwa kesinambungan penangkapan Syaikh Zakzaky telah diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi, dan hal ini telah banyak beredar di media-media dunia.”

Syaikh Yakubu Yahaya melanjutkan: "Pemerintah Nigeria sejauh ini tidak menyanggah intervensi langsung Saudi, jadi kami tidak terkejut dengan kebungkaman negara-negara kolonial dan negara-negara lain di dunia, terutama beberapa negara Islam, yang menjadi boneka arogansi global. Pemerintah Saudi, atas nama Amerika Serikat dan Israel juga terlibat dalam campur tangan dalam urusan internal Nigeria dan menekan gerakan Islam Syiah."

Kami Mengutuk Kebungkaman Internasional

Dia mengatakan: "Sejauh ini tidak ada negara atau organisasi kecuali Republik Islam Iran yang benar-benar mendukung Syiah di Nigeria, tetapi mereka semua bungkam dan menutup mata terhadap kejahatan ini. Kami sangat mengutuk kebungkaman internasional ini karena mereka telah menyaksikan semua kejahatan yang dilakukan terhadap para pengikut Ahlulbait (as), yang semuanya merupakan pelanggaran hukum internasional, tetapi mereka tidak melakukan apa-apa."

Syaikh Yakubu Yahaya terkait peringatan Human Rights Watch kepada pemerintah Nigeria atas penindasan pengikut gerakan Islam Syiah menekankan: Organisasi ini dan organisasi-organisasi hak asasi manusia lainnya telah menerbitkan banyak laporan di dunia maya dan di surat kabar dan media audiovisual, tetapi sejauh ini tidak ada manfaatnya. Itu karena komunitas internasional terlibat dalam kejahatan ini dan suara dari organisasi-organisasi hak asasi manusia ini tidak pernah terdengar dan didengar, mengapa organisasi-organisasi ini menyerukan hak asasi manusia dan kebebasan setiap hari dan mengutuk pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia, tetapi tidak ada seorang pun yang menjawabnya dan masyarakat International menutup telinga terhadap jeritan ini.

Ulama Syiah Nigeria di penghujung mengingatkan: pertemuan menindaklanjuti permintaan Syaikh Zakzaky untuk perjalanan medis keluar dari Nigeria ditunda dari 30 Juli hingga 5 Agustus tanpa alasan, dan ini menunjukkan bahwa beberapa tangan mungkin sedang bekerja. Mereka ingin Syaikh Zakzaky meninggal di penjara dan komunitas Nigeria berada dalam kekacauan dan ketidakamanan dan menyiapkan ranah penindasan lebih lanjut terhadap pengikut dan anggota gerakan Islam Syiah.

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

Anggota Senior Gerakan Islam Nigeria: Dualitas Tolok Ukur Komunitas Internasional adalah Faktor Kebungkaman terhadap Kondisi Syaikh Zakzaky

http://iqna.ir/fa/news/3832736

Nama:
Email:
* Komentar Anda: